Cara Budidaya Mentimun di Lahan Sawah pada Saat Musim Hujan
Pada kesempatan ini saya akan berbagi informasi tentang cara budidaya mentimun pada musim hujan. kenapa ada tambahan pada musim hujan...?, justru ini perbedaan yang perlu di cermati,  mengingat bahwa tanaman itu itu layaknya makhluk hidup lainnya yang akan berpengaruh terhadap cuaca.Nah, mentimun sebagai salah satu tumbuhan yang tentunya perlu perlakuan yang memerlukan sedikit adaptasi terhadap […]
Pada kesempatan ini saya akan berbagi informasi tentang cara budidaya mentimun pada musim hujan. kenapa ada tambahan pada musim hujan...?, justru ini perbedaan yang perlu di cermati,  mengingat bahwa tanaman itu itu layaknya makhluk hidup lainnya yang akan berpengaruh terhadap cuaca.

Nah, mentimun sebagai salah satu tumbuhan yang tentunya perlu perlakuan yang memerlukan sedikit adaptasi terhadap lingkungan. pada musim hujan tentunya debit air dan kelmbaban cukup tinggi sehingga perlu adanya pengaturan dalam drainase, perlu juga dilakukan penyiangan dan pendangiran. Pengendalian hama dan penyakit mentimun juga perlu dilakukan agar mentimun dapat tumbuh dengan baik dengan tentunya hasilnya maksimal.

Cara Budidaya Mentimun di Lahan Sawah pada Saat Musim Hujan

Tahanp Pemupukan Saat Musim Hujan

Pemupukan mentimun saat musim hujan tentu berbeda dengan pemupukan saat musim kemarau. Perbedaannya terdapat pada dosis pupuk yang akan diberikan juga perlakuan dalam pemberiannya. 
Pertumbuhan mentimun saat musim hujan cenderung kurang baik dan beresiko mengalami kelayuan. Untuk mencegah tanaman mentimun layu saat musim hujan, pupuk yang bagus untuk mentimun adalah pupuk dengan kandungan Nitogen (N), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Kalium (K) yang tinggi seperti Urea, KCL, NPK dsb. Kandungan pupuk tersebut dapat mencegah kelayuan pada akar, batang maupun daun mentimun.

Pada saat musim hujan, pemberian pupuknya tidak dengan cara pengocoran akan tetapi dengan cara di benamkan ke dalam tanah di sekitar tanaman tersbut, juga jangan menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang. Pada saat musim penghujan, lingkungan tanam akan memiliki kelembaban yag tinggi. Pupuk organik seperti kompos yang tebuat dari kotoran hewan beresiko memancing tumbuhnya jamur yang justru akan merusak tanaman anda.

Pemberian pupuk tak perlu dalam jumlah banyak, cukup dengan setengah genggaman saja per tanaman. Pupuk diberikan dengan cara memasukan kedalam tanah pada area sekitar akar tanaman yang sebelumnya telah dibuat lubang terlebih dahulu. Waktu pemberian pupuk ini dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali.


Pengendalian Gulma pada tanman mentimun

Penyiangan adalah salah satu cara menjaga lahan tanam dari tanaman penggangu dan gulma. Penyiangan ini perlu dilakukan untuk mencegah nutrisi yang seharusnya diserap tanaman malah dicuri oleh gulma dan tanaman pengganggu. Hal ini tentu saja membuat pertumbuhan mentimun menjadi tidak maksimal karena asupan nutrisi yang berkurang.

Pada saat musim penghujan, penyiangan lahan terhadap gulma dan tanaman pengganggu cenderung lebih mudah dilakukan. Ini karena pada saat musim hujan, kondisi tanah menjadi lebih lunak sehingga peyiangan dapat dilakukan dengan manual dengan langsung mencabut gulma maupun tanaman pengganggu.

Penggemburan tanah juga dapat dilakukan setelah melakukan penyiangan. Penggemburan tanah bermanfaat untuk menjaga struktur tanah agar lebih mudah dalam melakukan penyerapan air serta unsur hara mineral lainnya. Penggemburan cukup dilakukan dengan cara mencangkul area tanah sekitar tanaman hingga tanah menjadi gembur/tidak padat.


Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Timun

Pada artikel sebelumnya disini telah dibahas beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman mentimun. Hama dan penyakit cenderung lebih rentan menyerang disaat musim penghujan, terutama yang disebabkan oleh jamur. Lingkungan yang lembab dengan curah hujan tinggi menjadi lahan subur tumbuhnya jamur pengganggu yang dapat menyerang setiap bagian tanaman mentimun. Serangan ini ditandai dengan buah yang lebih mudah busuk sebelum tua atau terjadinya kerontokan pada bunga.

Untuk mencegah terjadinya serangan jamur ini, dapat dilakukan dengan pemberian fungisida yang dapat membasmi jamur pengganggu tanaman mentimun. Sedangkan untuk pengendalian hama, dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan pestisida baik dari bahan kimia atau dengan pestisida alami.

Mengatur drainase dan daerah resapan air

Tentu saja salah satu bagian terpenting dalam budidaya mentimun musim hujan adalah dengan membuat drainase serta daerah resapan air yang baik. Fungsinya agar saat turun hujan, air dapat langsung mengalir atau terserap tanah dengan sempurna. Drainase yang buruk akan membuat air hujan tergenang pada area sekitar tanaman yang berdampak buruk bagi pertumbuhan mentimun. Air hujan memiliki kadar asam yang cukup tinggi, bahkan pada budidaya ikan sekalipun air hujan cukup menjadi masalah. Akar mentimun yang dibiarkan terendam air beresiko menjadi mudah busuk dan membuat tanaman mati.

Pengaturan drainase dan daerah resapan air yang baik juga dapat membantu dalam menjaga kelembaban tanah, pH, suhu serta mampu mencegah kelayuan akibat debit air yang berlebih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *