Sustainable Livelihood Assessment pada kegiatan SL SG di Indramayu
Memasuki hari kedua pada kegiatan sekolah lapangan save & grow di kelompok tani mukti jaya Desa Sukawera ini terlihat semangat dan antusias peserta, hal ini di tandai dengan kehadiran peserta menjadi bertambah, dan diskusi kelompok semakin hidup dan kompak.Hari ini  membahas atau topik bahasannya adalah tentang SLA dan pemetan desa kemudian membuat desa impian. saya […]
Memasuki hari kedua pada kegiatan sekolah lapangan save & grow di kelompok tani mukti jaya Desa Sukawera ini terlihat semangat dan antusias peserta, hal ini di tandai dengan kehadiran peserta menjadi bertambah, dan diskusi kelompok semakin hidup dan kompak.

Hari ini  membahas atau topik bahasannya adalah tentang SLA dan pemetan desa kemudian membuat desa impian. saya sebagai pemandu pada pada kegiatan SL SG (Sekolah Lapangan Save and Grow) ini  mengawali dengan mengantarkan materi atau topik tentang Sustainable Livelihood Assessment (SLA), pada pengantar ini saya hanya menggambarkan tentang pengertian SLA dan hubungannya dengan kegiatan pertanian yang hemat, ramah lingkungan dan hasil meningkat.Setelah pembahasan tentang SLA, kemudian peserta di ajak untuk turun ke lapangan atau melihat langsung kelokasi belajar yang sesungguhnya yaitu alam sekitar peserta, mulai dari sawah, irigasi, tanggul dan pekarangan.

Dalam prakteknya kegiatan pengamatan ke lapangan tersebut di bagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok pengamatan sawah, kelompok pengamatan irigasi, kelompok pengamatan pekarangan dan kelompok pengamatan tanggul/galengan.

Berikut kegiatan dari masing-masing kelompok2 tersebut :

Kelompok Pengamatan sawah :


Kelompok Pengamatan Pekarangan :


Kelompok Pengamatan Irigasi :


Kelompok Pengamatan Tanggul :


Setelah  pengamatan kemudian maisng-masing di suruh menggambar, kemudian mempresentasikannnya di depan. inilah presentasi dari hasil pengamatan masing-masing kelompok tadi :

Presentasi dari kelompok sawah :

Presentasi dari kelompok irigasi :
Presentasi dari kelompok pekarangan :

Presentasi dari kelompok tanggul :
Setalah presentasi kemudian peserta diajak untuk merekap tentang potensi dan masalah di sekitar ekosistem yang ada di sekitarnya. kemudian peserta di ajak untuk membuat bayangan atau impian kira-kira kedepannya akan seperti apa ?, dengan potensi yang ada.

Berikut hasilnya :



Demikian untuk kegiatan hari kedua sekolah lapangan save and grow di Desa Sukawera Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu.

2 thoughts on “Sustainable Livelihood Assessment pada kegiatan SL SG di Indramayu

  1. ya kun sih.. angger bae ra save……………sing kira bisa gawe dewek kah…….
    yu pada gawe dewek bae, priben..?
    ana sing bisa beli… kih….!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *