Tanaman Padi ku Terkena Hawar Daun Bakteri
MasyaAlloh..................Hanya atas kekuasaan Alloh segala sesuatu terjadi, apapun kejadiannya itu adalah hak mutlak Alloh yang berkehendak dan bekuasa.Apa hubungannya dengan tanaman padi.......ya jelas bahwa apapun yang ada didunia ini adalah ciptaan-Nya, sehingga apapun daya upaya kita sebagai manusia adalah sebatas ikhtiar yang memang di wajibkan oleh-Nya, keputusannya hanyalah Alloh yang menentukan.Musim tanam kali ini tanaman […]
MasyaAlloh..................
Hanya atas kekuasaan Alloh segala sesuatu terjadi, apapun kejadiannya itu adalah hak mutlak Alloh yang berkehendak dan bekuasa.
Apa hubungannya dengan tanaman padi.......ya jelas bahwa apapun yang ada didunia ini adalah ciptaan-Nya, sehingga apapun daya upaya kita sebagai manusia adalah sebatas ikhtiar yang memang di wajibkan oleh-Nya, keputusannya hanyalah Alloh yang menentukan.
Musim tanam kali ini tanaman padiku terkena hawar daun bakteri atau biasa di sebut HDB / Kresek. saya baru faham setelah usia tanaman padiku sudah berumur 25 HST (Hari Setelah Tanam), setelah saya cari-cari di buku panduan tentang tanaman padi. seperti gambar di bawah ini :

Saya baru tahu kalau penyakit kresek padi ini juga terjadi pada usia yang masih muda, saya kira penyakit kresek yang disebabkan oleh bakteri ini hanya terjadi pada generatif saja, eh ternyata pada sepanjang usia padi kemungkinan terkena penyakit hawar daun bakteri ini bisa terjadi, terutama pada musim penghujan.
Awalnya pada waktu masih di persemaian kurang lebih usia 17 hari setelah saya beri pupuk urea sebagai tambahan, setelah itu terlihat bercak putih pada helai daun tersebut, saya beranggapan bahwa mungkin karena urea yang saya sebar pada pagi hari sehingga timbul bercak putih tersebut, terlihat juga di pinggir daun tersebut terlihat warna putih kekuning-kuningan seperti mengering, saya masih belum Ngeh kalau itu tanda-tanda tanaman padi ku terkena penyakit hawar daun bakteri.

Ternyata yang terkena penyakit ini cukup luas juga, bukan hanya tanaman padi saya melainkan dalam satu hamparan di blok saya yaitu di desa Bangodua blok gendeng. upaya yang sudah saya lakukan  adalah :
  1. Mengeringkan sawah, sudah hampir setengah bulan ini sawah tanpa di aliri air.
  2. Penyemprotan insektisida secara rutin 5 hari sekali, pertama Stunment bahan aktif demihipo, kedua Balistik bahan aktif fipronil dan ketiga Virtako bahan aktif klorantraniriprol + tiometoksam
  3. Karena baru tahu kalau itu gejala kresek yang disebabkan oleh bakteri maka baru saya laukan penyemprotan dengan bakterisida yaitu baktosin pada usia  kurang lebih 27 HST
  4. Membersihkan rumput baik yang ada di pematang maupun di sela-sela tanaman padi
Itu baru yang saya lakukan, sampai postingan ini say tulis. Semoga saja dalam waktu  3 hari sampai 7 hari mendatang tanaman padi ku mulai pulih kembali. AMIN.

Bagi pengunjung blog ini yang mengalami hal yang sama silahkan berbagi tips dan saran atau solusi yang telah di lakukan untuk mengantisapasi penyakit HDB ini atau pengobatan setelah terkena penyakit kresek pada usia muda ini.

Sekian terima kasih.


2 thoughts on “Tanaman Padi ku Terkena Hawar Daun Bakteri

  1. harus tetap sabar, barusan aku juga memanen padi.. namun hasilnya memang sedikit kurang memuaskan, hanya pres presan saja buat nyaur utang. nggak tahu kenapa selama saya menangani dan terjun di bidang pertanian nasib saya kurang beruntung. setiap kali menanam selalu saja panen nya kurang memuaskan, sama sekali tak perah nyengkal. hanya bisa sabar untuk menjalani hidup, bahkan mau nggawe emper rumah aja belum keturutan. mana anak anak juga butugh biaya untuk hidup dan mengenyam pendidikan. ya Alloh tunjukkan dan bimbing kami untuk selalu berada di jalan ridlomu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *